Fakta 3 Vaksin Corona Asal China yang Akan Digunakan di Indonesia

Saat ini, banyak negara, termasuk China, sedang mengembangkan vaksin corona untuk melawan virus  COVID-19. Menurut data terakhir WHO, China saat ini memiliki 30 kandidat pengimun COVID-19 yang menjalani evaluasi klinis di seluruh dunia. Dari semua kandidat jenis vaksin Corona yang sedang dikembangkan di China tersebut, rencananya 3 pengimun akan digunakan di Indonesia. Seperti yang telah dirangkum, berikut tiga jenis vaksin Corona China akan digunakan di Indonesia.

Vaksin Corona Sinovac
Sinovac, perusahaan bioteknologi dari China, mengembangkan pengimun COVID-19 dengan menggunakan metode inaktivasi. Inaktivasi adalah metode produksi pengimun menggunakan bentuk tidak aktif yang menyebabkan penyakit atau virus.

Atas dasar itu, Sinovac dipilih oleh Bio Farma sebagai mitra pengembangan pengimun. Saat ini  Sinovac telah menjalani uji klinis fase III di Indonesia, Bandung, Jawa Barat pada Agustus lalu.

Uji klinis pengimun direncanakan selama enam bulan dan dijadwalkan selesai pada Januari 2021. Jika uji klinis pengimun Covid-19 Tahap III berjalan lancar, maka Bio Farma akan mulai berproduksi pada kuartal pertama tahun 2021.

Dalam uji klinis fase II yang diselesaikan pada Juli 2020, CoronaVac menunjukkan imunogenisitas pada dosis rendah 3 μg, memberikan tingkat serokonversi 92,4% pada orang dewasa berusia 18-59 tahun.

Pada bulan Mei, CoronaVac memulai uji coba fase I&II untuk orang dewasa berusia di atas 60 tahun di China. Pada bulan September, CoronaVac memulai uji coba fase I&II untuk anak-anak berusia 3-17 tahun di China.

Coronavac mampu tetap stabil sampai tiga tahun penyimpanan. Hal ini tentunya dapat memberikan beberapa keuntungan dalam mendistribusikan vaksin corona ke wilayah di mana rantai dingin tidak dikembangkan.

Jenis Vaksin Corona Sinopharm Holdings
China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) saat ini sedang mengembangkan pengimun virus COVID-19 yang potensial. Pengimun ini memasuki uji klinis terakhir pada manusia dan sedang berlangsung di Uni Emirat Arab.

Jenis vaksin corona Sinopharm ini memanfaatkan virus COVID-19 yang dilemahkan, atau biasa disebut sebagai pengimun yang tidak aktif. Pengimun kandidat dikatakan sebagai pengimun pertama di dunia dengan imunogenisitas dan keamanan yang sangat baik.

Journal of American Medical Association (JAMA) yang diterbitkan oleh ilmuwan Sinopharm tidak menunjukkan bahwa pengimun ini memiliki efek samping yang serius.

Pada April 2020, China menyetujui uji klinis kandidat vaksin corona yang dikembangkan oleh Sinopharm Wuhan Institute of Biological Products. Pengimun ini adalah pengimun virus COVID-19 yang dinonaktifkan secara kimiawi.

Jenis Vaksin Corona CanSino
CanSino Biologics Inc, perusahaan biofarmasi spesialis pengimun China, dan tim yang dipimpin oleh pakar penyakit menular militer China Chen Wei telah mengembangkan kandidat pengimun COVID-19 yang disebut Ad5-nCoV.

Pengimun Ad5-nCoV adalah pengimun hasil rekayasa genetika dengan tipe 5 replikasi adenovirus. Tugasnya sebagai pembawa guna mengekspresikan protein SARS-CoV-2. Sebelumnya, dari hasil penelitian hewan praklinis, Ad5-nCoV menunjukkan bahwa hasil tersebut dapat menginduksi respon imun yang kuat pada hewan percobaan.

Uji klinis pengimun Cansino dilakukan di Arab Saudi dan melibatkan setidaknya 5.000 relawan yang tinggal di negara tersebut. Pada awal tahun 2020, Chen Wei memimpin tim gabungan yang terdiri dari Institute of Biotechnology of the Academy of Military Medical Sciences dan CanSino Biologics untuk mengembangkan pengimun COVID-19. 

Tim mendaftarkan pengimun COVID-19 eksperimental untuk uji coba tahap pertama pada 17 Maret 2020 untuk menguji keamanannya. Pengimun tersebut telah diujicobakan pada 108 relawan sehat di Wuhan. Demikian fakta 3 jenis vaksin corona asal China yang nantinya akan digunakan di Indonesia. Bagaimana pendapat Anda terkait ketiga vaksin corona tersebut?

Share this :

Latest
Previous
Next Post »